memory ’bout Imogiri..
Sunday, July 23rd, 2006Hari itu,
July 21th 2006 , selesai sudah tugas KKN kami di sebuah dusun bernama Demen, Imogiri. Segala perasaan campur aduk didalam hati ketika kami berpamitan. Banyak cerita yang tertata di hati, tentang Bapak dan Ibu Sugiman plus tiga malaikat kecil mereka, Damar-Nisa-Galih (yang menyediakan tempat yang paling nyaman, yang mereka punya dan menghibur kami denga celoteh2 balitanya), Embah (yg selama ini selalu terganggu suara2 kami yang berisik sampai jauh malam), Ibu Sumidah (yang Sumur & kamar mandinya kami grecokin SETIAP SAAT karena paling nyaman diantara semua kamar mandi yg ada se- eRTe:p), Ibu-ibu di dapur umum (Bu Loso, Bu Wandi, Bu Tukiman & ibu2 lain, terima kasih atas masakan2 enak yg selalu bertema “coconut milk” hehehehe….. we’ll miss it!!), anak2 “bandel” tapi pintar,yang selalu buat kami kehabisan suara untuk berkoar-koar ngatur kalian2 ( tapi kalian “keren” abis dah maen drama n nari aceh-bali di pentas seni kemaren..^_^), plus semua senyum seluruh warga dusun (yg ga berhenti-hentinya suruh kita minum-makan kalo lagi “nguli”di rumah mereka).
Tersimpan juga akan indah dan menyenangkannya petak-petak sawah yang perlahan menguning, jalanan sepi dan sejuk yang menuju kearah pasar Imogiri (plus kabut rendah di atas hamparan padi dan perbukitan),Bendungan Tegal yang indah saat senja (plus mie ayam special di bawahnya), juga deretan sate kambing muda (khas “Klatak” dengan jeruji2 pengganti tusuk bambu).
Benar-benar saat2 yang menyenangkan untuk diingat, tentang 24 orang yang beragam karakternya, tertawa, bekerja, tidur bersama dalam satu dinginnya malam-malam yang penuh bintang bertaburan di langitnya yang gelap, tentang sudut dapur darurat tempat kami menyiapkan sarapan-makan malam ala koki amatir dan selalu bikin berantakan semua peralatan, lapangan bola tempat bermain para cowok dgn anak-anak kecil, pertandingan bola “cup-cup muah”, nonton bareng pertandingan “bola-final piala dunia”, dan tentu saja tumpukan puing-puing yang sudah digantikan dengan dinding-dinding bamboo sementara.
Yup, KKN memang sudah berakhir bagi kami, tapi persaudaraan ini masih akan berlanjut. Masih ada hari-hariu kedepan sebagai sukarelawan yang menunggu kehadiran kami dan lebih banyak personel lagi. Masih ada hamparan sawah pasca panen yang menunggu bibit palawija dan sumur yang akan digunakan untuk pengairan. Demen, we’ll back, soon!!!^_^

