Hari ketiga nemenin anak2 SD kelas 5 itu belajar bareng… Mereka udah bisa diajakin kompakan…setelah tahu cara ngadepin mereka, yang khas anak-anak banget, suka ma hadiah2 kecil….hehehehee. Setelah semingguan belajar di tenda pengungsian, hari ini kita pindah ke atas bukit, dipayungi pepohonan Jati, lebih adem sih dari pada kalo di bawah terpal tenda, tapi gantian sekarang kita gatal-gatal digigitin semut, :P….
Tapi seneng bisa bareng ma mereka, walo ga sedikit yang susah diatur, tapi mereka tetap anak2 yang menyenangkan, dengan banyak celotehan mereka yang mengeluh ma pelajaran Matematika, yang paling suka ma Sains sampai seru antusias mereka untuk berebut menjawab pertanyaan2-ku demi memperoleh bonus Pensil n coklat….
Mereka tetap anak2… dengan kenakalan mereka yang seringkali buat kita geleng-geleng. Tapi mereka tidak sama dengan anak-anak yang sekarang mungkin sibuk belajar di rumah, berkumpul dengan orang tua mereka di rumah yang nyaman dan hangat. Mereka semua adalah anak-anak yang merasakan kehilangan tempat tinggal hingga harus tidur beramai-ramai tidur di tenda-tenda darurat, sebagian pernah merasakan sakitnya tertimpa reruntuhan rumahnya sendiri, yang sebagian besar kehilangan buku2 pelajaran, peralatan sekolah dan mainan karena tertimbun reruntuhan…
Anak-anak yang malang…. Tapi mereka merasakan musibah ini dengan cara mereka, Mengeluh dengan cara mereka, Berbicara dengan cara mereka,yang terkadang justru membuat kita yang lebih dewasa menjadi tersadar bahwa jika mereka masih bisa tersenyum dan tertawa saat ini, maka kita pun tidak boleh kehilangan senyum dan semangat untuk terus membahagiakan mereka…:)