’bout Life (only my version)
Friday, March 31st, 2006Well, here we are…. hidup, bernafas, berjalan, mendengar, melihat, dan merasakan. Apakah berarti kita hidup? Apakah berarti keberadaan kita memang benar-benar ada? Hahahaha….. jangan terlalu berpikir pusing-pusing, membaca pertanyaanku tadi:) Cukup diam sebentar, menutup mata, menarik nafas teratur, dan me-review hal-hal yang telah jadi sejarah dari masa lalu kita.. So, apakah kita telah melakukan hal-hal yang bisa membantu orang lain? Apakah kita telah membagi kebahagian kemarin, dan hari ini, meskipun itu hanya berupa senyum? Apakah kita telah bersyukur pada malam-malam menjelang tidur dan ketika bangun? Apakah kita telah berbagi bahu dengan sahabat-sahabat kita yang memiliki masalah dan tangis yang tertahan? Apakah kehadiran kita selama ini memberi arti bagi orang lain, untuk tetap bangun, bersemangat, dan bersyukur atas hidupnya? Pertanyaan-pertanyaan simpel yang aq tujukan untuk diriku juga. Hidup bukanlah hanya sekedar menyemangati diri sendiri, meraih cita-cita pibadi, dan menjadi penonton kehidupan nyata. Hidup adalah selalu menjadi orang yang tidak tahu, untuk kemudian belajar, tahu sedikit, dan terus belajar. Dan pelajaran itu tidak datang dari buku-buku tebal teori semata. Pelajaran itu datang jika kita membuka mata dan hati kita kepada setiap hal, setiap orang, setiap tempat, melalui pengalaman dan cerita. Yup, hidup berarti belajar, menjadi hidup yang berarti dan bermanfaat, dan punya arti. Hidup tidak selalu menyuruh kita menjadi orang yang ada diu depan, Karena terkadang, menjadi penyemangat bagi orang lain sama artinya menjadi bersemangat. Setuju?:)


